16 Desember 2018

Semarak Festival Budaya di Anyer Saat Aktivitas Gunung Anak Krakatau Meningkat

Liputan6.com, Serang - Anyer Krakatau Culture Festival (AKCF), sebuah pagelaran seni yang bertujuan mempertahankan budaya lokal di Kabupaten Serang, digelar kedua kalinya.

Rangkaian acara ini sudah berlangsung sejak awal Agustus 2018, seperti Ngagurah Dano yang telah berlangsung pada 5 Agustus 2018 lalu.

Tradisi ini mencerminkan kebiasaan masyarakat menangkap ikan di aliran Sungai Cidano yang berada di perbatasan Desa Rancasanggal, Kecamatan Padarincang dan Desa Cikolelet, Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang, Banten.

"Ngagurah Dano merupakan tradisi turun temurun nenek moyang. Kegiatan itu mencerminkan kebersamaan masyarakat menangkap ikan dan menjaga lingkungan," kata Ratu Tatu Chasanah, Bupati Serang, Minggu, 2 September 2018.

 

Acara lainnya yakni lomba mancing di Selat Sunda pada 2 September 2018. Kemudian, Expo AKCF pada 7-9 September 2018 yang memamerkan pagelaran seni dari 13 kabupaten dan kota di Indonesia, hingga tiga negara di dunia. Acara ini akan berlangsung di Pendopo Bupati Serang.

Sebagai Bumi Jawara, dalam AKCF juga akan memperlombakan pertandingan silat dengan jurus Kaserangan pada 15 September 2018 di Pantai Florida 1.

"Ada juga color run 10K, 16 September 2018. Berlari di tepian pantai menjadi daya tarik tersendiri, berolahraga sambil menikmati keindahan alam laut di Pantai Florida Indah," terangnya.

Bagi yang memiliki hobi memelihara burung, bisa mengikuti lomba kicau burung. Tidak ketinggalan, ramai-ramai makan ikan bakar pada 23 September 2018 di pesisir pantai.

"Ada juga motor trail, start dari Pantai Adeum menjelajah alam di Padarincang, tanggal 20 Oktober nanti," jelasnya.

Ratu Tatu menjamin keamanan para peserta dan pengunjung AKCF, meski Gunung Anak Krakataudalam kondisi belum stabil. Seperti diketahui, hingga saat ini, puluhan letusan masih dikeluarkan GAK.

"Acara AKCF diselenggarakan di radius aman berdasarkan rekomendasi pos pantau Gunung Anak Krakatau. Kaya spot mancing di selat Sunda, ngambil di sekitar Pulau Sangiang, yang masuk ke dalam radius aman GAK. Selebihnya, tetap berkoordinasi dengan petugas pos pantau GAK, jika sewaktu-waktu terjadi peningkatan aktivitas GAK," dia menandaskan.