17 November 2018

Calon Sekda Pemkab Serang Diperiksa 15 Dokter Spesialis

SERANG – Sebanyak enam pejabat peserta open bidding (lelang terbuka) Sekretaris Daerah (Sekda) menjalani tes kesehatan di RSUD dr Dradjat Prawiranegara Kabupaten Serang, Selasa (8/5). Sebanyak 15 dokter spesialis diterjunkan untuk memeriksa kesehatan para calon pejabat aparatur sipil negara (ASN) tertinggi tersebut.  

    Tes kesehatan calon sekda dibagi dua tahap dan akan berlangsung selama dua hari sampai hari ini, Rabu (9/5). Hari pertama pemeriksaan, sebanyak tiga calon sekda yang mengikuti tes kesehatan. Yakni, Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) Hamdani, Sekretaris DPRD Odi Boedioni, dan Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nana Sukmana Kusuma. Hari ini, pemeriksaan dilanjutkan ke tiga calon lainnya, yakni Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Tubagus Entus Mahmud Shahiri, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Abdullah, dan Staf Ahli Bupati Ida Nuraida.

    Kepala Bidang Pengembangan Karir pada BKPSDM Kabupaten Serang Surtaman menjelaskan, tes kesehatan merupakan tahapan kedua dari proses lelang sekda setelah sebelumnya peserta lolos seleksi administrasi. “Setelah tes kesehatan ada asesmen, penilaian rekam jejak, penulisan makalah, tes wawancara, masih banyak tahapannya,” katanya.

    Surtaman memastikan, tidak ada sistem gugur pada setiap tahapan lelang. Hasil tes akan diumumkan secara keseluruhan pada akhir tahapan lelang. Setelah itu, hasil tes direkap untuk ditentukan calon yang akan lulus ke tahap berikutnya.     “Setiap tes ada penilaiannya. Kalau dia sakit, berarti ada pengurangan nilai di tahap tes kesehatan,” terangnya.

    Sementara itu, Direktur RSUD dr Dradjat Prawiranegara Serang Agus Gusmara mengungkapkan, sebanyak 15 dokter dilibatkan memeriksa kesehatan para calon sekda. Meliputi dokter spesialis mata, spesialis gigi, spesialis penyakit dalam, spesialis radiologi, spesialis kejiwaan, hingga kebidanan bagi calon sekda berjenis kelamin perempuan. Tes kesehatan dilakukan hingga lima jam secara bergiliran.

    “Tidak harus menunggu satu selesai dulu, kita gilir saja,” terangnya.

    Hasil tes kesehatan, kata Agus, selanjutnya akan disampaikan empat hari kemudian kepada BKPSDM selaku panitia lelang. RSUD akan menerbitkan surat keterangan fit dan un-fit. “Fit untuk mengikuti seleksi, un-fit tidak mengikuti seleksi. Biasanya ada syaratnya bisa mengikuti seleksi, asalkan harus berobat,” ujarnya.

    Untuk pengambilan keputusan hasil tes kesehatan, lanjutnya, setiap dokter spesialis tidak bisa memberikan penilaian sepihak. Hasil tes akan dilakukan kolektif kolegial. “Tidak ada satu pun dokter yang bisa merubah, harus dirapatkan lagi,” tandasnya. (jek/zai/ira)