21 September 2018

Pembangunan Puspemkab Serang Diundur, Master Plan dan DED Direvisi

SERANG – Pembangunan fisik Pusat Pemerintahan Kabupaten (Puspemkab) Serang di Kecamatan Ciruas tahun ini mandek. Pemkab Serang berencana merevisi master plan dan detail engineering design (DED) Puspemkab. Selain dipengaruhi situasi di lapangan, alasan revisi untuk mengefisiensi anggaran.

Demikian diungkapan Wakil Bupati Serang Pandji Tirtayasa yang ditemui di halaman Setda Pemkab Serang, Jumat (6/4). Menurut Pandji, proyek pembangunan Tol Serang-Panimbang memengaruhi letak geografis Puspemkab. Lantaran itu, pihaknya harus melakukan beberapa perubahan pada pembangunan pusat pemerintahan.

“Ini (pembangunan Tol Serang-Panimbang-red) otomatis akan memengaruhi yang tadinya tidak ada pada master plan kita dari awal. DED Puspemkab juga akan kita revisi,” ungkap Pandji kepada Radar Banten di halaman Pemkab Serang, Jumat (6/4).

Dijelaskan Pandji, revisi DED pembangunan Puspemkab dipicu biaya pembangunan program unggulan rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) 2010-2015 itu, terbilang sangat tinggi. Pandji merinci, seperti biaya gedung untuk perkantoran Sekretariat Daerah (Setda) yang mencapai Rp100 miliar.

“Kita akan coba sederhanakan, misalnya cukup Rp50 miliar,” ujar Ketua Organisasi Radio Amatir Indonesia (Orari) Banten itu.

Mantan kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) itu memastikan, perubahan master plan dan DED pembangunan Puspemkab tidak akan mengurangi nilai kualitas konstruksi dan daya guna bangunan. Alasan Pandji, jika anggaran tidak disederhanakan akan menguras APBD Kabupaten Serang. “Nantinya APBD kesedot semua untuk Puspemkab. Tidak ada untuk pembangunan lainnya,” tukas mantan calon walikota Serang periode 2008 itu.

Dengan adanya revisi master plan dan DED Puspemkab, dipastikan Pandji, tahun ini tidak ada pengerjaan fisik pembangunan Puspemkab dan menjanjikan pembangunan akan dimulai kembali pada 2019. “Kita revisi master plan dan DED-nya dulu dengan penyelesaian lahannya,” tandas Ketua Badan Narkotika Kabupaten Serang (BNK) itu.

Terpisah, Kepala Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Tata Bangunan (DPKPTB) Kabupaten Serang Adjat Gunawan menjelaskan, revisi master plan pembangunan Puspemkab akan disesuaikan dengan kondisi di lokasi Puspemkab saat ini. “Nanti kan ada Tol Serang-Panimbang, kemudian juga ada Polres Serang,” ujarnya.

Adjat membenarkan, pihaknya akan melakukan efisiensi anggaran untuk pembangunan Puspemkab dengan mengurangi beberapa bagian gedung yang tidak berdampak pada nilai guna dan kualitas konstruksi. “Misalnya pengurangan jumlah lantai (gedung bertingkat-red),” terangnya.

Adjat mengaku, sudah mengalokasikan anggaran Rp500 juta untuk melakukan revisi pembangunan Puspemkab. Untuk pelaksanaannya terdapat dua pilihan, yakni menggunakan jasa konstruksi dan bekerja sama dengan pihak ketiga.

“Tentu kita ingin sistemnya dengan kerja sama karena akan banyak hasilnya. Yang pasti, tahun ini akan kita lakukan revisi itu,” tegasnya. (Rozak/RBG)